Investasi Akhirat

Investasi Akhirat

Minggu, 13 Desember 2015

Memberi tidak perlu berhati-hati, perbanyaklah memberi

“Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!” “Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula.”“Walau pun itu orang kaya?” “Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah.”
“Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri,” “Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu,”
.
“Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda.”

"Damai Indonesiaku online

Senin, 23 November 2015

Sedekah Parit

Mengalirkan Sungai termasuk sedekah, berarti membersihkan saluran air / got termasuk sedekah, yuk rame-rame bersihkan got,,he..he biar gak banjir.

“Pahala amalan dan kebaikan yang bakal menghampiri seorang mukmin sepeninggalnya –-beliau menyebutkan di antaranya–, (yakni) mushaf yang ia tinggalkan, masjid yang ia bangun, rumah untuk orang yang dalam perjalanan yang ia bangun, sungai yang ia alirkan, atau sedekah yang ia keluarkan dari hartanya di kala sehat dan hidupnya, maka ia akan bakal menghampirinya sepeninggalnya."
(Sunan Ibnu Majah 1/88 No. 242.dan disebutkan di dalam kitab Az-Zawa’id. Dihasankan oleh Ibnu Mundzir. Dihasankan oleh Al-Albani dalam kitab Shohih Al-Jami’ 1/443 no 2231

Puasa Pikiran

Posted by: andysyauqi in AaGym
Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt., Tuhan semesta alam. Tiada yang patut disembah dan tiada yang patut dijadikan sandaran hidup bagi kita, kecuali hanyalah Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Kuasa, menggolongkan kita hamba-hamba-Nya yang memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.
Saudaraku, seringkali pikiran kita disibukkan dengan urusan-urusan yang sebenarnya bukan urusan kita. Atau, seringkali juga pikiran kita disibukkan dengan urusan-urusan yang sudah ada di dalam jaminan Alloh Swt., seperti misalnya urusan rezeki.
Pikiran kita juga seringkali disibukkan dengan prasangka-prasangka buruk kepada sesama manusia. Bahkan pikiran kita pun mungkin pernah berprasangka buruk kepada Alloh Swt. Prasangka buruk kepada sesama manusia biasanya terjadi dengan cara menilai perbuatan orang lain disisipi maksud tertentu yang tidak kita sukai. Atau, kita menilai bahwa perbuatan orang lain dilakukan karena mengharap pujian alias tidak ikhlas. Pikiran kita seringkali dikotori dengan hal-hal seperti demikian.

Gembira karena Allah SWT

Orang beriman itu tidak gembira kecuali hanya gembira kepada Allah azza wa-Jalla bukan pada lainnya. Kalau saja ada kegembiraan dan harus gembira, maka gembiralah dengan cara menyerahkan hartamu untuk kepatuhan kepada Allah Azza wa-Jalla, yang memberi manfaat untuk bakti kepada Allah Azza wa-Jalla, dan menolong ummat untuk taat kepadaNya. Tetaplah takut kepada Allah Azza wa-Jalla di malam hari dan siangmu, hingga anda mendengar suara dalam hatimu dan rahasia hatimu.

Orang beriman, apabila telah kuat imannya ia disebut orang yang yakin (muuqin). Apabila yakinnya kuat, ia disebut sebagai orang yang ’arif. Apabila kema’rifatannya kuat ia disebut ’alim. Apabila ilmunya kuat ia disebut pecinta (muhibb). Jika cintanya kuat, ia disebut sebagai sang kekasih (mahbub)