Posted by: andysyauqi in AaGym
Alhamdulillah.
Segala puji hanya milik Alloh Swt., Tuhan semesta alam. Tiada yang
patut disembah dan tiada yang patut dijadikan sandaran hidup bagi kita,
kecuali hanyalah Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Kuasa, menggolongkan
kita hamba-hamba-Nya yang memperoleh kebahagiaan di dunia dan di
akhirat. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi
Muhammad Saw.
Saudaraku, seringkali
pikiran kita disibukkan dengan urusan-urusan yang sebenarnya bukan
urusan kita. Atau, seringkali juga pikiran kita disibukkan dengan
urusan-urusan yang sudah ada di dalam jaminan Alloh Swt., seperti
misalnya urusan rezeki.
Pikiran kita juga
seringkali disibukkan dengan prasangka-prasangka buruk kepada sesama
manusia. Bahkan pikiran kita pun mungkin pernah berprasangka buruk
kepada Alloh Swt. Prasangka buruk kepada sesama manusia biasanya
terjadi dengan cara menilai perbuatan orang lain disisipi maksud
tertentu yang tidak kita sukai. Atau, kita menilai bahwa perbuatan orang
lain dilakukan karena mengharap pujian alias tidak ikhlas. Pikiran
kita seringkali dikotori dengan hal-hal seperti demikian.
Sedangkan
prasangka buruk terhadap Alloh Swt. biasanya terjadi dengan cara
merespon kejadian yang tak diharapkan dengan sikap tidak ridho. Ketika
kita tertimpa suatu musibah yang tentu saja sangat tak diharapkan, kita
berpikir betapa malang nasib kita. kita berpikir betapa Alloh tidak
berpihak kepada kita, tidak menyayangi kita. Bahkan kita berpikir bahwa
percuma saja berdoa dan beribadah. Sikap seperti inilah perwujudan
berprasangka buruk kepada Alloh Swt. Semoga kita terhindar dari sikap
yang demikian.
Prasangka buruk kepada
Alloh seringkali terjadi jika terkait masalah rezeki. Seolah-olah
rezeki kita peroleh sebagai murni hasil kerja keras kita semata tanpa
ada keterlibatan Alloh di dalamnya. Padahal kekuasaan Alloh jauh lebih
besar. Kerja keras kita hanyalah jalan ikhtiar untuk menjemput
rezeki-Nya, karena pada ikhtiar itulah terdapat nilai ibadah bagi kita.
Alloh Swt. berfirman, “Katakanlah,
“Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang
dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa
yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka
Alloh akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”
(QS. Sabâ [34]: 39)
Ketika
memikirkan rezeki, maka janganlah memikirkan barangnya atau uangnya.
Melainkan pikirkanlah apakah kita jujur atau tidak dalam menjemput
rezeki yang sudah disiapkan Alloh untuk kita. Pikirkanlah dosa apa saja
yang kita lakukan yang telah menghalangi kita untuk bertemu dengan
jatah rezeki kita. Jangan sibuk memikirkan tentang ada tiadanya rezeki,
karena Alloh Swt yang telah menjamin rezeki bagi setiap makhluk-Nya.
Saudaraku,
pada bulan yang penuh keberkahan ini, marilah kita semakin giat
melatih pikiran kita agar jauh dari pikiran-pikiran yang tidak pada
tempatnya. Romadhon adalah bulan yang sangat kondusif bagi kita untuk
senantiasa berpikiran positif. Semoga kita tergolong hamba-hamba Alloh
yang meraih kemenangan di bulan Romadhon kali ini. Aamiin yaa Robbal ‘aalamin.[]
Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.
Editor : Rashid Satari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar